Share This Post

Cash flow yang ideal sangat penting bagi perusahaan Anda. Cash Flow (arus kas) adalah laporan keuangan yang merujuk pada aliran masuk dan keluar uang perusahaan selama periode tertentu. Apabila Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang Anda kelola tidak menunjukkan adanya tanda akan berkembang, bisa jadi hal tersebut disebabkan oleh cash flow yang buruk.

Misalnya, bisnis UKM Anda sebenarnya memiliki keuntungan besar namun Anda justru kehabisan uang cash untuk keperluan operasional. Bagaimana hal itu bisa terjadi? Hal itu disebut dengan keuntungan semu, yang hanya ada didalam hitungan kertas saja dan uangnya tidak diterima sesuai waktunya.

Artinya, Anda membeli barang dari supplier secara cash namum mengolah barang tersebut menjadi sebuah produk tertentu dan menjualnya ke pelanggan dengan sistem tempo. Cara tersebut sebenarnya wajar dilakukan, namun Anda juga perlu mempertimbangkan kekuatan modal UKM Anda. Dengan begitu Anda bisa terhidar dari masalah cash flow ideal. Untuk mengatasi hal tersebut, berikut 3 cara merancang cash flow yang ideal bagi UKM yang bisa Anda lakukan.

Beberapa cara dalam merancang cash flow yang ideal

1. Beli dan jual barang secara tunai agar cash flow stabil

Untuk memenuhi kebutuhan bahan baku maupun keperluan barang lainnya, pastinya Anda akan membeli ke supplier dengan jumlah yang banyak secara tunai. Agar arus kas tidak mengalami masalah, olah kembali barang tersebut menjadi produk Anda sendiri dan jual kepada pelanggan secara tunai.

Jangan gunakan sistem pembayaran tempo, karena bisa jadi pelanggan Anda tidak akan segera membayar tagihannya atau bahkan mereka akan kabur dan tidak ingin melakukan pembayaran. Untuk menghidari hal tersebut, sebaiknya gunakanlah sistem pembayaran tunai. Dengan begitu uang kas UKM Anda akan berada di angka yang stabil.

2. Beli barang secara tempo dan jual secara tunai

Mungkin diawal berdirinya bisnis UKM, Anda akan sedikit struggling dalam hal finansial. Untungnya, ada beberapa supplier yang memberikan tempo pembayaran kepada para distributornya. Dengan adanya sistem tersebut akan sangat menguntungkan bagi Anda. Jadi setelah barang dari supplier diterima, segeralah untuk menjualnya kepada pelanggan dengan sistem pembayaran tunai. Nah, uang dari hasil penjualan tersebut bisa Anda gunakan untuk membayar barang dari supplier dan Anda bisa membeli barang dari supplier lagi untuk dijual kembali.

3. Beli barang dengan tempo panjang dan jual dengan tempo lebih singkat

Sebagai contohnya, Anda membeli barang dari supplier dan membayarnya dengan sistem bertempo satu bulan, lalu menjualnya kembali secara tunai kepada pelanggan Anda. Apabila Anda ingin menerapakan pembayaran bertempo tentu saja masih bisa, asalkan jangka temponya dipersingkat dari yang diberikan oleh supplier kepada Anda, misalnya satu atau dua minggu saja. Dengan begitu, Anda tidak akan merasa kewalahan saat ingin melunasi pembayaran kepada supplier dan cash flow pun berjalan lancar.

Nah, itu tadi 3 cara merancang cash flow yang ideal bagi UKM yang bisa Anda lakukan. Apabila UKM yang Anda kelola merasa tidak ada perkembangan, saatnya untuk Anda mengecek cash flownya. Jika memang benar penyebabnya ada pada cash flow maka Anda bisa menerapkan salah satu dari tiga cara di atas untuk merancang cash flow yang ideal bagi UKM Anda.